PUSKESMAS ANDALAS SINERGIKAN PADANG TIMUR DALAM RANGKA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING TAHUN INI

Jumat (18/3) Puskesmas Andalas selenggarakan Loka Karya Mini Bersama Lintas sector dalam rangka membahas strategi percepatan penuruan stunting. Pertemuan dihadiri oleh Camat Padang Timur, Ibu Siska Meilani, Masing-masing Kepala kelurahan, Kepala KUA (bapak Thaufiq Arsani), DANRAMIL dan POKJA Sehat Kecamatan Padang Timur.

Pada Jumat pukul 08.00, Pertemua yang diselenggarakan di Hotel Rang Kaya Basa tersebut dimulai dengan pemaparan prioritas masalah kesehatan di Kecamatan Padang Timur. Berdasarkan hasil LOKMIN Bulanan Puskesmas yang diselenggarakan sehari sebelumnya, didapatkan 4 prioritas masalah yang menjadi trend di trimester tahun 2022 ini. yaitu permsalahan Stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta Pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Secara spesifik, Kepala Puskesmas Andalas (dr. Mela Aryati) menyampaikan urgensi percepatan stunting menimbang karena intervensi kegiatan masalah stunting sebenarnya mengcover hampir seluruh masalah kesehatan yang ada.

“Menyelesaikan masalah stunting akan dimulai dari siklus kehidupan pada usia produktif awal, yaitu perbaikan gizi remaja. Agar remaja-remaja yang kemudian akan menjadi Calon pengantin (catin) mempersiapkan diri menjadi orang tua yang sehat dan melahirkan bayi-bayi yang sehat tidak BBLR. Sekaligus menurunkan AKI dan AKB. Sebuah keluarga yang sehat, akan memperkecil resiko mereka terkena penyakit-penyakit menular dan tidak menular.” Jelas dr. Mela menyampaikan alasan untuk fokus kepada masalah stunting.

Berdasarkan laporan kinerja gizi (E-PPGBM) bulan Januari-Februari tahun 2022 ini, di Kecamatan padang Timur untuk angka balita sangat pendek paling banyak terdapat di kelurahan Andalas (15) dan kelurahan jati (11). Sementara kelurahan lainnya tidak mencapau 5 orang. Namun, rendahnya angka dikelurahan bisa jadi karena berbagai faktor.

Masih terdapat masyarakat yang melakukan penimbangan BB/TB anak di bidan maupun faskes lainnya yang kemudian datanya tidak ter rekap pada data puskesmas. Ataupun masalah terkait kepindahan domisili yang tidak terlapor juga masih banyak ditemui. Sehingga bayi-bayi dan balita tidak ketemu saat dilaksanakan posyandu.

Sementara itu, pada Wilayah Puskesmas Parak Karakah angka stunting terbanyak berada di kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. “Di Kubu Dalam Parker, rata-rata merupakan golongan keluarga yang menengah kebawah.” Pernyataan dari Lurah Parak Karakah. “semenjak Pandemi, Posyandu disana tidak aktif. Sehingga perkembangan balita dan kesehatan ibu hamil susah di pantau.” Penyampaian dari Lurah Parak Karakah saat sesi diskusi di buka.

Dari hasil diskusi, didapatkan poin rencana intervensi lanjut yaitu :

  1. Akan diadakan evaluasi terhadap posyandu dan PAUD terinntegrasi di wilayah Pdang Timur.
  2. Penyuluh Agama akan dimasukkan ke dalam TIM- TPPS di masing-masing kelurahan.
  3. Program Rumah Gizi, Pokja Sehat, Sumur Ganting dan Ayo Ceting akan disinergikan Kembali, sehingga masyarakat dapat melakukan konsultasi terkait kesehatan gizi anak dan pemeliharaan sumber air bersih.
  4. Kepemilikan buku KIA bagi bumil dan anak akan masuk dalam layanan kependudukan (seperti surat vaksin) agar bumil dan balita dalam keluarga terdata dan dapat dipantau kesehatannya.

Realisasi tersebut tentu akan tidak mudah, namun dengan sinergi dan kekompakan masing-masing wilayah, bukan tidak mungkin angka stunting di Padang Timur bisa di NIHIL kan. Untuk Masyakarat Padang Timur yang Sehat dan Sejahtera. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.